Berat Badan Turun Drastis, Ada Apa?

Kompas.com - 22/03/2010, 07:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saya karyawati suatu perusahaan swasta. Dalam tiga bulan ini berat badan saya menurun drastis. Jika semula 58 kilogram, sekarang hanya 52 kilogram. Akibatnya, banyak baju saya yang tak dapat dipakai lagi. Semula saya mengira penurunan berat badan ini disebabkan kesibukan saya di kantor yang berlebihan. Memang saya acap kali harus lembur untuk menyelesaikan pekerjaan menjelang tutup tahun.

Namun, setelah kesibukan berkurang dan saya menyempatkan diri untuk makan teratur dan lebih banyak daripada biasa, berat badan tak kunjung naik. Bahkan masih terjadi penurunan. Di samping itu, saya merasa cepat lelah, gugup, dan banyak keringat. Tidur malam juga kurang nyenyak. Saya mulai curiga ada penyakit yang menyebabkan penurunan berat badan saya.

Dokter spesialis penyakit dalam yang memeriksa saya menganjurkan pemeriksaan laboratorium, termasuk hormon dan juga scanning tiroid. Kesimpulannya, saya menderita hipertiroidisme. Menurut penjelasan dokter, hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid saya berlebihan dan akibatnya metabolisme tubuh saya berjalan lebih cepat dari biasa. Saya merasa khawatir dengan penyakit ini, terutama karena saya belum menikah.

Menurut tunangan saya, mata saya agak melotot dibandingkan biasa. Saya dianjurkan untuk minum obat penurun hormon tiroid secara teratur. Ini sudah saya jalankan. Untunglah hasilnya cukup baik. Setelah dua bulan mengonsumsi obat, berat badan saya berhasil naik. Gejala gugup berkurang serta keringat juga mulai normal. Jika semula kalau memegang gelas, gelasnya bergoyang. Sekarang tidak lagi. Saya menjadi lega.

Menurut dokter, saya harus minum obat sedikitnya setahun dan setelah itu akan dievaluasi lagi. Ibu saya takut saya minum obat terlalu lama. Dia menganjurkan saya untuk minum obat herbal. Maklumlah, ibu banyak teman yang mengonsumi obat herbal. Kata beliau, obat herbal lebih aman dibandingkan dengan obat kimia. Bolehkah saya menghentikan obat dokter dan beralih ke obat herbal? Adakah cara lain pengobatan hipertiroidisme ini. Apakah saya dapat berkeluarga dan punya anak?

Terima kasih atas penjelasan dokter.

J di B


Jawab

Peningkatan fungsi tiroid yang disebut hipertiroidisme memang dapat menyebabkan penurunan berat badan yang mencolok. Selain itu, dapat juga timbul gejala banyak keringat, kulit menjadi lembab. Penderita menjadi tremor, jika memegang sesuatu tangan gemetar. Rasa debar-debar dan kesulitan tidur juga dapat terjadi. Untunglah penyakit Anda cepat terdiagnosis dan saya berharap terapi yang diberikan dokter Anda akan dapat memulihkan kembali kesehatan Anda.

Pada prinsipnya, pengobatan hipertiroidisme dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu pemberian obat antihormon tiroid, operasi, dan pemberian yodium radioaktif. Biasanya, pengobatan dimulai dengan pemberian obat antitiroid. Obat ini memang harus digunakan lama. Setelah setahun pemberian obat, dokter akan mengevaluasi apakah obat sudah dapat dihentikan atau diperlukan modalitas lain, seperti operasi.

Seperti telah dijelaskan oleh dokter Anda, gejala yang Anda alami disebabkan oleh kelebihan hormon tiroid. Obat herbal memang banyak yang bermanfaat untuk meningkatkan berat badan atau mengatasi sukar tidur. Namun, pada hipertiroidisme karena gejala tersebut akibat hormon, obat herbal kurang bermanfaat. Perlu diatasi kelebihan hormon sehingga gejala dapat dikendalikan.

Karena itu, saya menganjurkan agar Anda tetap melanjutkan terapi yang diberikan oleh dokter Anda. Memang obat herbal pada umumnya lebih aman karena telah lama digunakan oleh nenek moyang kita, tetapi dalam pengobatan penyakit Anda, obat herbal kurang bermanfaat. Sudah tentu pada masa depan Anda dapat berkeluarga dan mempunyai anak. Untuk itu, Anda perlu membahasnya dengan dokter Anda.

Saya memahami keinginan Anda untuk mempunyai anak yang sehat. Dokter dapat membantu Anda memilih waktu yang tepat untuk hamil sesuai dengan taraf kesehatan Anda. Dengan demikian, kesehatan Anda pada waktu hamil dan pertumbuhan janin nanti dapat dijaga. Saya merasa senang kegiatan Anda selama ini tetap berjalan dengan baik. Melalui terapi yang baik, produktivitas kerja Anda dapat terjaga. Mengenai keluhan mata Anda dapat dikonsultasikan kepada dokter spesialis mata karena memang ada kelainan tiroid yang memengaruhi mata. Mudah-mudahan penjelasan ini memadai.

Konsultasi dijawab Dr Samsuridjal Djauzi

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau